masukkan script iklan disini
Dulu dia dikenal lewat aktingnya yang memukau. Kini, Barry Keoghan mengaku takut keluar rumah. Bukan karena peran barunya, tapi karena komentar-komentar yang datang dari balik layar ponsel.
Aktor yang namanya melambung setelah dinominasikan Oscar ini akhirnya buka suara. Bukan soal karier, tapi soal luka yang diam-diam ia simpan. Perundungan online—yang sebagian besar menyasar penampilannya—membuatnya perlahan menarik diri dari dunia yang dulu begitu ia nikmati.
“Saya sudah hapus diri dari media sosial sejak 2024,” ujarnya kepada Ben Harlum di SiriusXM. Tapi rupanya, menjauh dari layar ponsel tak otomatis menyembuhkan luka. Setiap kali ia muncul di acara atau sekadar pergi ke suatu tempat, rasa penasaran membuatnya mencari tahu apa kata orang. Dan jawabannya selalu sama: menyakitkan.
Ada kalanya ia bertanya-tanya, apa batasnya? Apakabar kata-kata kasar tentang wajahnya masih disebut “hal yang wajar dialami semua orang”? Barry menggeleng. “Buat saya, ini sudah keterlaluan. Saya jadi tidak ingin ke mana-mana. Tidak ingin keluar. Ini nyata, ini jadi masalah.”
Bukan hanya soal dirinya. Ada anak laki-lakinya yang masih tiga tahun, Brando. “Aku kepikiran, suatu hari nanti dia akan dewasa dan membaca semua ini,” kata Barry lirih. Kekhawatiran seorang ayah yang tidak ingin masa lalunya yang kelam—masa kecil di panti asuhan dan kehilangan ibunya—berganti dengan luka baru dari dunia maya.
Tahun lalu, setelah perpisahannya dengan penyanyi Sabrina Carpenter, situasi bahkan semakin tak terkendali. Ia bercerita tentang orang-orang yang nekat datang ke rumah neneknya, bahkan duduk di luar rumah anaknya. “Mereka mengintimidasi keluarga saya,” katanya.
Dan yang paling berat? Ketika rasa takut itu mulai merembet ke dunia yang paling ia cintai: akting. “Saya jadi malas tampil di layar lagi,” ungkapnya. Padahal, baru-baru ini ia menyelesaikan syuting untuk film Beatles arahan Sam Mendes, di mana ia berperan sebagai Ringo Starr.
Barry mengakui bahwa tak semua orang jahat. Banyak penggemar yang baik dan mendukung. Tapi seperti kata orang, satu komentar kasar bisa membekap seribu pujian. Dan untuk sekarang, Barry memilih bersembunyi—bukan karena lemah, tapi karena ia sedang berusaha menyelamatkan dirinya sendiri.

